saya telah membaca artikel yang dibuat oleh rita junia sari, seorang mahasiswi FE Universitas Muhammadiyah Aceh di website tabloid lensa. dan saya ingin memberikan pandangan saya tentang topik mengenai peran, fungsi, dan posisi mahasiswa dalam masyarakat.
mahasiswa merupakan fase transisi sebelum terjun ke dunia permasalahan masyarakat umum. mahasiswa merupakan calon pengemban misi dan tugas yang diwariskan dari generasi sebelumnya. disinilah terlihat peran mahasiswa yang dikatakan sebagai iron stock. dikatakan sebagai besi (iron) karena suatu saat pula besi yang baru akan berkarat dan harus diganti dengan besi yang baru lagi. pengembanan tugas antar generasi melibatkan suatu proses kaderisasi yang tidak dapat dilepaskan.
sebagai kaum yang memiliki derajat pendidikan lebih serta memiliki idealisme yang masih fresh tanpa campuran faktor eksternal. kaum mahasiswa diharapkan mampu membawa perubahan yang lebih baik serta dapat memperbaiki kesalahan - kesalahan generasi sebelumnya. peran ini dikatakan sebagai agent of changes. karena itu, proses kaderisasi sangat esensial untuk memastikan bahwa generasi mahasiswa lebih baik dari generasi sebelumnya.
walaupun mahasiswa diharapkan mampu membawa perubahan, tugas penting yang wajib dicamkan oleh generasi muda adalah untuk tetap menjaga nilai-nilai kebaikan yang sudah tertanam dalam masyarakat, tetap berpegang teguh pada kebenaran sejarah yang jelas. jelas terlihat, mahasiswa diharuskan menjadi guardian of value. karena jangan sampai, karena perubahan yang dibawa oleh mahasiswa, akan menyingkirkan nilai positif dari masyarakat yang telah dikecap.
dari tiga poin itu, dengan lebih jelas, kita dapat menyatakan fungsi mahasiswa sangat esensial dalam pergerakan roda masyarakat. mahasiswa sebagai insan akademis yang kritis dalam masalah - masalah yang terjadi di tengah masyarakat, fresh karena tidak tercampuri kepentingan - kepentingan eksternal yang bersifat sepihak, berusaha untuk mencari solusi baru sesuai dengan pola pikir pembenaran yang ilmiah. senantiasa mengembangkan kemampuan diri untuk bersaing melawan masa depan dan tetap menjaga nilai - nilai kebenaran yang sudah ada dalam masyarakat.
mahasiswa sebagai insan akademis yang fresh, yakin akan idealisme yang dianutnya sendiri yang belum tercampuri kepentingan eksternal. lebih tepat berada sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah. mahasiswa sebagai kaum terpelajar, dapat mengawasi kinerja pemerintah, serta penyambung lidah antara masyarakat dan pemerintah.
namun, dewasa ini, semakin sulit untuk menyatukan antara idealisme dan realita. kaum mahasiswa kini semakin terpisah dari masyarakat, lebih mementingkan karir pribadi semata. akibatnya, masyarakat jatuh terpuruk, kehilangan harapan akan pembaruan.
apakah yang saya katakan ini hanya wacana? tidak. tidak jika anda mulai percaya akan peran anda sebagai mahasiswa, apa fungsi anda dalam masyarakat, dan dimana posisi anda seharusnya. mari kembalikan citra mahasiswa yang mulai sirna dari mata masyarakat!
0 komentar:
Poskan Komentar